Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

reza

Geek, petrol-head, failure to most kind of humanity.
HomeWelcome v.2Jan 12, 2006
postingan terakhir saya dua... tahun lalu!!! coba merintis lagi... mohon doa dari teman2.

Blog EntryJul 17, '11 5:37 AM
for everyone
Ini adalah kisah dua ekor sapi…
 
Sosialisme
Kau mempunyai dua ekor sapi. Berikan satu ekor kepada tetanggamu.
 
Komunisme
Kau mempunyai dua ekor sapi. Negara mengambil keduanya dan memberimu susu.

Fasisme
Kau mempunyai dua ekor sapi. Negara mengambil keduanya dan menyuruhmu membeli susu.

Nazisme
Kau mempunyai dua ekor sapi. Negara mengambil keduanya dan membunuhmu.

Birokratisme
Kau mempunyai dua ekor sapi. Negara mengambil keduanya, membunuh salah satunya, mengambil susu dari yang lainnya, dan membuang susu tersebut.

Kapitalisme Tradisional
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau beternak sapi hingga banyak. Kemudian sapi-sapi tersebut dijual dan kau dapat untung.

Kapitalisme Amerika
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau jual satunya, dan yang lainnya kau buat menghasilkan susu empat kali lipat. Kemudian kau menyewa konsultan untuk menganalisis mengapa sapimu mati mendadak.

Kapitalisme Enron
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau menjual ketiganya kepada perusahaanmu sendiri menggunakan rekening bank kakak iparmu. Kemudian kau melakukan perjanjian yang akan mengembalikan empat ekor sapimu, dengan pajak lima ekor sapi. Keuntungan susu dari enam ekor sapi diberikan kepada perusahaan rahasia yang terdiri dari pemegang saham di perusahaanmu sendiri, yang menjual tujuh ekor sapi kepada perusahaanmu. Laporan tahunan menyebutkan kau punya delapan ekor sapi, dengan opsi penambahan seekor lagi. Kau menjual seekor untuk memilih Presiden Amerika yang baru. Kemudian orang-orang membeli sapi-sapimu.

Kapitalisme Model Andersen
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau mencabik-cabik keduanya.

Kapitalisme Perancis
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau mengadakan kudeta karena ingin tiga ekor sapi.

Kapitalisme Jepang
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau mendesain ulang sapi-sapi tersebut sehingga ukurannya jadi sepersepuluh dan menghasilkan susu duapuluh kali lipat. Kemudian kau menjualnya dengan nama “Sapimon” dan laku keras di dunia.

Kapitalisme Jerman
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau mendesain ulang sapi-sapi tersebut hingga bisa hidup 100 tahun, makan sebulan sekali, dan mengeluarkan susu sendiri.

Kapitalisme Italia
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau tidak tahu dimana mereka. Kemudian kau memutuskan untuk makan siang.

Kapitalisme Rusia
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau menghitung ulang ternyata kau punya empat ekor sapi. Kau menghitung ulang lagi ternyata empat puluh dua ekor sapi. Kau hitung lagi ternyata dua ekor sapi. Kemudian Vodkamu habis dan kau membuka satu botol lagi.

Kapitalisme Swiss
Kau mempunyai limaribu ekor sapi. Kau tidak memilikinya, pemiliknya memberimu uang untuk menyimpan sapi-sapi tersebut.

Kapitalisme Cina
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau mempekerjakan 500 orang untuk memerah susu. Kau mengklaim dirimu membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang. Dan membunuh wartawan yang meliput.

Kapitalisme India
Kau mempunyai dua ekor sapi. Kau menyembahnya.

Kapitalisme Inggris
Kau mempunyai dua ekor sapi. Keduanya gila.

Kapitalisme Irak
Semua orang percaya kau memiliki ribuan ekor sapi. Padahal kau tidak punya satupun. Lalu mereka membom negaramu, dan kau tetap tidak punya sapi seekor pun. Setidaknya kau kini menjadi bagian dari demokrasi.

Kapitalisme Selandia Baru
Kau mempunyai dua ekor sapi. Yang sebelah kiri terlihat lebih seksi.

Kapitalisme Australia
Kau mempunyai dua ekor sapi. Bisnis bagus. Kau tutup kantormu dan merayakannya dengan bir.
 

Blog EntryMay 11, '11 12:08 PM
for everyone

Kereta tiba, kali ini terlambat 40 menit. Stasiun Rawa Buntu adalah stasiun kecil, mungkin yang paling kecil di rute Serpong – Tanah Abang ini. Kereta berhenti di sini, untuk 20 detik kemudian berangkat kembali, seolah tidak ingin membuang semangatnya hanya dengan berhenti di stasiun kecil ini. Naik bersama saya hanya beberapa orang, di dalam gerbong pun lowong akibat hari Minggu, bukan harinya para Komuter berjejalan di gerbong.

Ini hari Minggu, hari yang cerah. Sampai Sudimara, gerbong ini isinya keluarga yang hendak plesir ke kota, rombongan ibu-ibu yang akan belanja di Tanah Abang, pasangan muda yang tampaknya ingin berduaan saja sepanjang hari ini. Kereta mulai penuh, tapi tidak sesak, mereka yang berdiri pun terlihat ceria. Tapi ada satu orang yang tidak mewakili semua keceriaan hari Minggu ini, duduk tepat di seberang saya seorang bapak. Ia sudah ada ketika saya naik tadi, dan sudah tertidur sebelum kereta sampai di Kebayoran. Bapak ini tidak mewakili sebuah hari libur, ia bermuka murung sepanjang jalan, bukan, bukan murung, lebih tepat disebut kosong. Well setidaknya beliau berpergian, itu berarti beliau masih punya tujuan, kata saya berfilosofi, dalam hati. Kalian tahu kan, tujuan itu menandakan kalau kita hidup. Seperti saya kutip dari… Yasudahlah saya juga lupa. Ketika kereta berhenti di Stasiun Kebayoran, gerbong sudah penuh sesak, saya melihat ke seberang melalui celah-celah manusia yang sedang berdiri di depan saya, o rupanya beliau tidur. Saya kembali melanjutkan rencana yang akan saya lakukan begitu turun di Tanah Abang untuk sampai ke tujuan saya di Mangga Dua. Sampai Palmerah, gerbong sibuk, banyak yang naik, banyak yang turun. Saya intip ke seberang si bapak masih diam dalam tidurnya.

Ini hari Minggu, tujuan orang-orang di gerbong ini tidak sama, belanja kain, pacaran, arisan, silaturahmi, banyak. Saya tidak tahu kemana tujuan si bapak ini. Yang jelas, kemanapun si bapak ini hendak pergi, beliau tidak sempat pergi ke sana. Sampai di Tanah Abang, semua turun, petugas kereta yang baik hati membangunkan si bapak. Tapi siang itu si bapak tidak bangun, ia sudah tiada dalam perjalanan. Siang itu Stasiun Tanah Abang riuh, ada seseorang yang meninggal dalam gerbong KRL. Saya tidak tahu dengan jelas kematian beliau, informasi terbaik yang saya dapat yaitu beliau meninggal akibat “angin duduk,” yang sampai sekarang saya tidak tahu penyebabnya.

Ini hari Minggu, saya masih ada tujuan ke Mangga Dua, orang-orang lain yang turun dari kereta yang sama dengan saya juga punya tujuan lain. Semua dengan tujuannya masing-masing. Tapi si bapak itu lain, ia turun dari kereta dengan tandu, tanpa nyawa di badannya. Kemanapun tujuannya hari ini, ia tidak bisa sampai ke sana. Tuhan mencegatnya di jalan untuk pulang ke hadapanNya.

Well, kita dan tujuan kita masing-masing, semua harus dicapai kecuali Tuhan berkata lain.


Blog EntryApr 24, '11 10:45 PM
for everyone
Berangkat mendadak all the way from Bandung to Bintaro. Jadi biar udah dapet invitation dari berabad lampau, sampai hari-h saya ini belom tau bisa dateng apa engga ke Bintaro. Teman-teman harap maklum saya ini di Bandung jadi orang sibuk, setiap hari menghabiskan waktu menghitung komet yang lewat di depan rumah.

Kembali lagi ke acara ini. Orang-orang hebat bertitel panitia yang mengadakan acara ini memberi nama REUN10N, diberi angka 10 untuk mengenang masa SMP tepat sepuluh tahun lalu. Tapi saya pikir mereka menaruh angka itu sebagai konspirasi untuk mengingatkan betapa tuanya kita.

Dalam undangan ditulis acara mulai jam 16.00. Itu saya di mobil pukul 14.30 masih bergelut dengan macetnya Simpang Dago, Bandung. Sebagai orang Indonesia saya percaya acara ini tidak akan dimulai tepat jam empat. Sebagai orang Indonesia saya percaya kalau acara ini akan ngaret, setidaknya satu jam. Dengan modal kepercayaan itu, jam tiga saya sudah meluncur di Cipularang yang syukur Tuhan sedang lancar-lancar saja.

Well, ga lancar-lancar banget sih. Tapi Alhamdulillah jam 6 tepat udah touchdown di TKP. Benar kata saya, acara baru banget dimulai pas saya dateng. Tadinya pengen ketawa tapi dalam hati saja, sedang tidak ingin jadi pusat perhatian. O rupanya ada dua guru saya disana, yang pertama Pak Arifin. Ngajar Bahasa Indonesia, beliau juga wali kelas saya kelas satu dan dua. Lalu ada Pak Sutardi, ngajar Geografi. Sebelum shalat bahkan sempet ngobrol sama Pak Arifin, Alhamdulillah beliau masih kenal saya. Kata beliau badan saya ngegedein. Moral dari kalimat tadi adalah badan saya pernah lebih kecil daripada ini. O Allah saya gendut…

Selesai shalat adalah makan. Selesai makan adalah minum. Kalo ga minum nanti keselek. Oke, para panitia yang hebat punya beberapa permainan buat kita, dimana tidak ada satupun yang dimenangkan dengan cara halal. Moralnya adalah kalo EBTANAS ga nyontek kita ga bisa keluar hidup-hidup dari Albin. Eh? Ada juga pemutaran video flashback masa hina sepuluh tahun lalu. Dimana moral dari video tersebut adalah rambut belah tengah tidak etis untuk jaman sekarang. Sepanjang acara berlangsung pengeras suara bergantian memutarkan lagu-lagu penghuni chart (pastinya) sepuluh tahun lalu, atau suara-suara emas dari teman-teman yang kebetulan bersuara emas. Tadinya saya mau ikut sumbang suara, tapi lebih baik menyumbangkan suara saat Pemilu saja.

Jam sepuluh acara selesai. Sebagai makhluk rantau, dan tanpa plan jelas, Mitha yang baik menawarkan kopi yang panas, AC yang (agak) dingin, dan kasur yang empuk untuk saya beristirahat sampai pagi menjemput dan pulang menuju Bandung.

Salut buat panitia, yang bikin saya tidak sia-sia gegeberan Bandung-Bintaro. Makasih juga Mitha buat kebaikannya, you’re a true life saver.

ReviewReviewReviewReviewDec 20, '10 9:43 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Foreign
Berangkat dari tokoh komik, Adèle Blanc-Sec mungkin tidak setenar tokoh komik Eropa lainnya seperti Tintin dan Asterix. Sebenarnya ia sama saja dengan tokoh komik Eropa lain: seorang petualang. Yang membedakannya, mungkin pula ini alasan Luc Besson menyutradainya, adalah Blanc-Sec seorang rebel. Awal abad 20, wanita tidak seharusnya bepergian sendiri ke bagian dunia lain menunggang unta, menjarah makam, dan berbicara sarkas di depan laki-laki.

Bayangkan Indiana Jones si Amerika, nah Adèle Blanc-Sec adalah Indy versi wanita, wanita Perancis. Seperti Perancis-Perancis lainnya, Adèle adalah seorang yang sentimentil. Dalam film ini ia ke mencuri mumi, menyamar, menunggang burung purba, membangkitkan Firaun dan seluruh kroninya, mencelakakan banyak orang, bukan untuk keselamatan dunia, tapi hanya demi menyembuhkan kakak kembarnya. Klise? Tunggu sampai kalian melihat penyebab sang Kakak celaka.

Inti cerita ini, petualangan Adèle Blanc-Sec menghadapi bermacam tantangan demi menyembuhkan kakaknya. Sebenarnya kata petualangan di sini harus diragukan, karena 90% scene berada di Paris, 9% di Mesir, dan 1% di kamar mandi (hey, ini film Perancis, kau pasti akan melihat nipple pemeran perempuan). Yang jadi daya tarik film ini (selain adegan bathtub) adalah beragam twist yang tidak bosan disuguhkan oleh sutrada Luc Besson hingga penghujung Credit Title, kalian harus menyaksikan sendiri twist terakhir dan yang paling epik, serius, di film ini.

Yang sangat disayangkan dalam film ini adalah efek CGI yang dipakai sangat-sangat jauh dari bagus. Beruntung kualitas rendernya lumayan prima sehingga tidak tampak seperti efek film kelas B masa kini. Sangat disayangkan mengingat mereka menghabiskan bujet kurang lebih sebesar 25 juta Dolar Amerika.

Kalian yang rajin mengikuti drama dan atau komedi Perancis jangan khawatir film ini kehilangan touchnya sebagai film Perancis. Ada narasi awal khas film Amelie, dan tentu saja ada tokoh Polisi dan Politisi yang tidak becus menjalankan tugasnya. Sangat Perancis.

Daya tarik utama film ini kembali kepada Adèle Blanc-Sec, seorang reporter cantik bermental pemberontak. Ia mampu menjalin semua benang merah dalam film ini dengan kecantikan seorang lady, kemandirian seorang feminis, dan mulut sekasar naga. Louise Bourgoin tampil sempurna memerankan Blanc-Sec. Ia terlihat sangat tangguh sekaligus seksi dalam gaun panjang, scarf, dan topi bundarnya. Mengingatkan kita kalau penjarah makam seksi tidak harus memakai hot pants seperti Lara Croft.


Blog EntryNov 23, '10 11:50 PM
for everyone

Ok, berawal dari tayangan iklan televisi tentang eskrim ini, di layar kaca kita bisa saksikan Magnum Classic yang membuat penikmatnya merasakan... Hidup klasik? Tentu bukan. Pesan dari iklan itu tidak lebih dari eskrim dengan rasa premium sehingga siapapun yang menikmatinya seakan-akan hidup sebagai bangsawan. Bangsawan=Klasik? Yeah, bisalah... Masih membahas iklannya!!! Secara teknis pun iklan ini sangat cacat. Coba perhatikan, dalam kegiatannya, eskrim yang digigit sang talent tidak habis2, bahkan bentuk eskrimnya masih segitu2 aja. Buat tayangan 30 detik: TOTALLY BLOOOP! Emangnya saya penonton kemaren sore apa?

Jadi, iklannya tidak terlalu menarik ah, bahkan salah secara teknis. Tapi pada saat penayangannya, memang produk eskrim premium sedang lesu di pasaran. Produk-produk eskrim yang diiklankan biasanya bersegmen anak-anak atau keluarga. Jadi memang publik sedang tidak 'ngeh akan eskrim premium. Maka ketika produk Magnum ini muncul di tv. Duar... Public Awareness is in the house...

Lalu... Dengan kejutan seperti itu seharusnya produk ini tidak akan hilang di pasar. Seperti kita tahu, dengan lihainya sudah sepantasnya Walls selaku produsen akan membatasi stok pasar untuk beberapa waktu demi membangkitkan ketertarikan publik ketingkat lebih tinggi.

Sampai sini Walls sudah ada di atas angin...

Fenomena hilangnya Magnum di mesin-mesin pendingin swalayan rupanya masuk juga ke dua besar jejaring sosial, Twitter dan Facebook. Oh oh, lihat deretan status dan twit tentang kekecewaan akibat tidak berhasil mencari Magnum. Orang-orang yang tadinya tidak begitu excite, termasuk saya, akhirnya ikut penasaran. Awalnya kalau sedang di pasar swalayan atau minimarket, saya iseng melongok ke dalam freezer Walls, penasaran ingin beli kalau ada, untuk kemudian bergumam "Bener ketang, payu uy eskrimnya", tidak ada di sana, sudahlah nanti juga ada. Itu awalnya.

Yang tadinya hanya iseng karena penasaran, saya (dan orang2) kemudian jadi mulai memburu. Apalagi panas dengan twit orang lain yang berhasil mendapat itu eskrim. Kemudian, kondisi yang tadinya cari-magnum-kalau-ke-swalayan berubah jadi ke-swalayan-untuk-cari-magnum. Oh itu lihat Walls pasti berseri-seri melihat calon konsumennya memasang muka kecewa di depan mesin pendingin karena gagal mendapat buruannya.

Begitulah, tanpa sadar, calon konsumen eskrim ini semakin banyak. Dari mereka yang tidak peduli jadi penasaran dan akhirnya jadi konsumen paling setia eskrim ini. Selama Walls menahan stok eskrim ini di mesin-mesin pendingin di swalayan dan mini market, selama itulah calon-calon konsumen ini akan terus berburu, kecewa, kemudian menyebarkan kekecewaannya ke orang lain yang tidak tertarik, mengubahnya menjadi calon konsumen baru. Oh, liciknya...

Sampai saya menulis blog ini pun eskrim tersebut masih langka, buktinya tadi di perjalanan ke kantor ketika saya mampir ke minimarket (buat beli rokok) sambil tetap iseng melihat ke freezer. Oh, masih laku ni eskrim...




Blog EntryAug 8, '10 5:32 AM
for everyone

Ah, inilah aku sayang, tidak bisa bilang tidak untukmu. Bahkan untuk sesuatu yang membuat aku tidak akan bisa lagi berada di sini, berdua denganmu, di sudut kedai kopi ini, menunggu malam, bicara tentang apa saja, lalu mengantarmu pulang, dan menutup hari dengan senyum di bibir kita masing-masing. Karena sore ini bukan sore seperti itu, sayang.

Sayang, andai sore ini aku bisa bilang tidak kepadamu. Andai aku bisa menolak keinginanmu sekali saja...



Blog EntryJul 1, '10 5:19 PM
for everyone
Malam itu saya senang. Malam itu memang sudah lama saya tidak sesenang demikian. Tiba-tiba langit cerah. Dan semua hal menjadi menyenangkan. Cambuk skeptis di otak lenyap. Saya malam itu adalah saya yang memberi tips parkir lebih. Saya yang memberi jalan angkot tanpa mengerutkan muka. Saya yang berbeda dari malam-malam sebelumnya. Ya, malam itu saya gembira. Sebuah janji untuk esok hari, itu cukup untuk membuat langit pada malam itu menjadi nila.

Tapi rupanya kegembiraan itu cara Tuhan menegur saya, menegur untuk tidak takabur. Karena esok sorenya, ternyata saya diberi tragedi besar olehNya.

Malam berikutnya saya hancur...

Blog EntryJul 19, '09 4:04 AM
for everyone
macet disana, macet disini, macet dimana-mana. weekend ini bandung tidak menyenangkan!!!

Blog EntryJul 18, '09 2:28 PM
for everyone
rezafatul, jangan menyesali apapun, itu akan membuatmu tambah menderita. hiduplah dari semua perbuatanmu. jalani saja karena memang begitu adanya. jangan nanti kau takut ambil keputusan lagi karena apapun yang kau pilih, bagaimanapun akibatnya, itulah hidup yang harus kau jalani. buat dirimu sendiri bangga karena berani berbuat. daripada mereka yang tetap bodoh dengan berdiam diri.

rezafatul, hidup ini bukan mengenai bagaimana kau memilih. tapi bagaimana kau hidup di atas pilihanmu, seburuk apapun akibatnya.


Blog EntryJul 7, '09 9:54 AM
for everyone
ini kami bangsa Indonesia, yang terdidik untuk bermimpi, yang biasa dibohongi. besok ramai-ramai mau pilih pemimpin selanjutnya. apa pemimpin kami berkutnya bisa memberi mimpi baru untuk tidak diwujudkan lagi? apa pemimpin kami berikutnya bisa memberi kebohongan yang tidak akan dituntaskan lagi? besok kami bangsa Indonesia akan ramai-ramai memilih. memilih untuk terus bermimpi atau bangun dari tidur.

Blog EntryJun 28, '09 11:40 PM
for everyone
Malam itu dia datang dalam mimpi saya. Dia diam, dan saya bertanya: "siapa yang membunuhmu?" Ia tersenyum, "tidak penting siapa yang melakukan ini kepadaku," jawabnya.

"Kalau memang akhirnya pelakunya tertangkap, apa bedanya? Yang penting adalah apa kematianku menjadi cambuk bagi kalian semua untuk meneruskan perjuanganku. Perjuangan yang harusnya dilakukan kalian, generasi cerdas dan mampu. Diluar sana saudara-saudara kalian direbut haknya dari tangan yang seharusnya melindungi hak tersebut. Pergunakan semua daya kalian untuk melakukannya. Kalian adalah jawaban untuk pertanyaan mengenai korupsi MPR hingga ke RT, tentang manipulasi anggaran proyek, tentang penggusuran, kerusuhan, tentang aparat, kesewenang-wenangan, dan lebih penting adalah pertanyaan yang kau dapat ketika sekolah dasar: Apakah hak yang kami dapat sebanding dengan kewajiban yang kami jalani? Jadi jangan repot-repot menghabiskan waktu kalian berdebat siapa yang membunuhku. Pergunakan waktu kalian untuk menentang dan melawan yang diatas yang sewenang-wenang. Agar kematianku tidak sia-sia"

"Lalu, apa yang harus saya lakukan sekarang?" tanya saya. "Bangun tidur, ambil wudhu, dan solat..."

Mengenang semua yang pernah kau perjuangkan untuk kami. Munir, 1965-2004.

Blog EntryJun 26, '09 2:58 PM
for everyone
... dan lagi-lagi ia bertanya apa yang membuat saya tersenyum seperti itu? Ini saya tersenyum karena lagi-lagi bisa membuatnya tertawa. Tapi tidak saya katakan hal itu, saya hanya menjawabnya dengan terus tersenyum.

Blog EntryJun 8, '09 4:59 PM
for everyone
Eng ing eng, ini saya masih belum bisa tidur. Iseng-iseng main angka:

No Ponsel:
0856236697 > 0+8+5+6+2+3+6+6+4+9+7 = 56 > 5+6 = 11 > 1+1 = 2
73428086 > 7+3+4+2+8+0+8+6 = 38 > 3+8 =11 > 1+1 = 2

Hebat! kebetulan yang aneh kalo 2 nomor ponsel saya memiliki angka yang sama.
Kebetulan belum berhenti ketika saya menghitung angka plat nomor mobil dan motor saya.
Mobil: D1267KQ > 1+2+6+7 = 16 > 1+6 = 7
Motor: D6235FX > 6+2+3+5 = 16 > 1+6 = 7
Voila! Ternyata sama juga. Kebetulan yang aneh...

*Mendekati subuh dan saya masih belum bisa tidur...

Blog EntryMay 30, '09 5:26 AM
for everyone
lima tahun lalu... eng ing eng itu saya datang ke bandung. cuma anak bimbel yang ngekos di katamso. tapi itulah saya ada di bandung bukan sebagai pelancong. saat itu saya berada di bandung sama seperti dua juta orang lainnya berdenyut bersama kota ini. makan, minum, tidur, bangun di sini. di bandung. kota yang kata orang-orang diciptakan ketika dewata sedang tersenyum.

tidak tepat lima tahun sih, tapi timingnya sama, antara uan dan spmb. saya secara tidak-resmi menjadi warga bandung. inginnya sih resmi tapi walikota saat itu tidak mau datang ke kosan untuk meresmikan. bu presiden juga mau turun jadi sibuk jadi tidak ada waktu buat saya. untung ada pak rt yang memberikan saya surat tinggal untuk sementara. setidaknya saya punya sesuatu buat ditunjukan.

lima tahun lewat, ini saya disini menyaksikan bandung berubah. cipularang, pasopati, ciwalk, pvj, otak-atik jalur satu arah di braga, baju bekas di gedebage, brownies kukus amanda, hidup-mati distro, punclut. saya sudah melihat banyak di Bandung. saya ingin melihat lagi.

lima tahun lewat... saya masih suka kota ini.

LinkOct 8, '08 6:19 AM
for everyone
Link: http://adeparamitha.wordpress.com

salah satu blog teman saya. dia yang minta supaya linknya dimasukin. hahaha. bener kan mit?

Blog EntryOct 8, '08 6:10 AM
for everyone
pagi ini saya bangun. ah cuaca cerah. hari ini akan menyenangkan. cuaca cerah jadi tak perlu naik mobil ke kampus. ada motor yang akan menyenangkan saya kendarai dalam cuaca bersahabat seperti ini.

kasihan saya lupa menyadari bahwa kemarin hujan pernah turun. lupa menyadari kalau hari ini bisa saja turun hujan seperti kemarin. jelas saya lupa karena panas yang timbul kemarin mengalahkan memori bahwa hujan pernah turun sebelumnya. keadaan langit ketika saya berangkat juga menandakan bahwa hujan hanya cerita kemarin.

tapi hujan turun. turun ketika saya masih setengah jalan ke kampus. masuk kelas dengan keadaan kuyup tidak menyenangkan, untung ada teman-teman senasib, terimakasih karena mau seperti saya. lebih tidak menyenangkan lagi karena ternyata tidak ada kuliah hari ini. kelompok yang harusnya presentasi hari ini mendadak kabur. saya dan teman-teman isi absen. lalu menunggu hujan reda di koridor. egoisnya hujan, maunya ditunggu. yang ditunggu pun tak kunjung reda. alhamdulillah masih ada berhentinya sedikit jadi bisa kasih saya waktu buat pulang. itu juga setelah ditunggu 2 jam.

hari ini hujan turun lama di bandung. besok headline koran akan dipenuhi kata banjir. tapi itu besok, urusan nanti. sekarang saya mau menikmati hujan yang masih turun ini. besok-besok pasti sudah biasa lihat hujan turun. selamat datang hujan...

Blog EntryOct 4, '08 4:09 AM
for everyone
Lebaran tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya ke kampung halaman ayah saya. Seperti juga tahun-tahun sebelumnya saya 'berlebaran' dengan saudara-saudara saya.
'Berlebaran' itu apa sih? Minta maaf? Bener! Saya minta maaf sama saudara-saudara saya. Yang mana saya ketemu mereka setahun sekali. Yang mana terakhir ketemu setaun lalu. Yang mana terakhir ketemu minta maaf juga.

Tunggu-tunggu, terus kalo terakhir ketemu minta maaf masa sekarang ketemu minta maaf lagih? EMANG KAPAN BIKIN DOSANYA?

Sedangkan orang-orang yang selalu saya berbuat dosa kepadanya cukup dikirim sms. Atau cukup saya tinggalkan comment di profile friendster-nya. Padahal kata orang-orang agama Idul Fitri merupakan saat yang tepat untuk saling bermaafan. Kasian banget saya ketika saat yang tepat itu tidak digunakan untuk orang-orang yang tepat. Hihi kasian saya, kasian mereka juga yang seperti saya.

Ah, maafkan saya teman-teman. Bukannya tak sayang kalian. Tapi ayah saya yang nyuruh mudik. Kalian-kalian juga ada yang mudik kan? Ngerti lah...

NoteJangan lupa diisi...
   
iddub wrote on Aug 1, '10
udin petot
nazguleatme wrote on Oct 31, '08
coba singga di tempat saya
pencarifakta wrote on Oct 10, '08
Apeu
kisahdanretha wrote on Sep 18, '08
lilo cupu
shapiaja wrote on Sep 13, '08
reja patul...

mana lanjutan ceritanya?

segitu aja?

ga rame ah...
kisahdanretha wrote on Sep 12, '08
jijig ah
kisahdanretha wrote on Sep 11, '08
lilo eeg. . .hahahhaha
PANDA jenong
kisahdanretha wrote on Sep 11, '08
ajarin akuuu
idoloveuanti wrote on Aug 29, '08
Kapan eksekusi??heu...
ythns87 wrote on Jan 31, '08
jreng!!!!!!! juga
ythns87 wrote on Jan 30, '08
coba ka guestbook aing geura....
rezafatul wrote on Jan 29, '08
ya gitu deh... SARAP
debygendut wrote on Jan 29, '08
udiinnnn..gw jadi tamu buku pertama lo nihhh..hahah
kapan traktirrr part 2?
Pages:12